Kamis, 22 Juli 2010

Surat Penawaran Promosi

Kalau anda perhatikan, banyak pedagang kaki lima di pinggir jalan yang memasang besar-besar karton bertulisan misal, “HARGA MULAI 8 RIBUAN“. Kalau menurut anda, kira-kira apa tujuannya? Sebenarnya sengaja atau tidak sengaja, mereka paham prinsip sederhana pemasaran, yaitu mendatangkan calon konsumen terlebih dulu. Perkara mau beli apa nggak, itu urusan belakangan. Pertama kali saya tahu “jurus” ini dari teman SMP saya. Kebetulan ia jualan kambing pada saat menjelang Idul Adha. Waktu itu saya datang untuk sekedar melihat kambing-kambingnya. Ternyata ada banyak, baik yang gemuk maupun yang kecil. Teman saya ini memasang spanduk berukuran cukup gede bertuliskan “JUAL KAMBING KURBAN HARGA 450 RIBU“. Terus saya tanya, “Harganya segitu ya?”. Ia jawab, “Ya, tapi yang itu…”, sambil menunjuk seekor kambing yang agak kecilan. “Yang penting pembelinya mau datang lihat kambing duluan, ntar kan mau beli”, katanya. Ternyata benar. Selang beberapa waktu ada seorang ibu yang sedang naik becak turun sambil bertanya, “Harga kambingnya 450 ribu ya mas. Yang mana? Coba saya lihat.” Kemudian teman saya menunjukkan ke kambing yang ukurannya agak kecil tadi. “Oalah, yang ini tho yang harganya 450 ribu. Tak kirain yang besar. Wah, kalau yang ini kecil sekali mas. Saya ndak suka”, kata ibu tersebut. Tapi apa yang terjadi kemudian. Si ibu tadi melihat-lihat kambing yang lainnya. Dengan gesit teman saya menawarkan sambil menjelaskan kambing-kambingnya ke ibu tadi. Akhirnya, si ibu-pun mau membeli seekor kambing yang lebih besar dari yang harganya 450 ribu tadi. Tentunya dengan harga yang berbeda… “Wah, teknik mendatangkan calon konsumen ini ganas juga”, pikir saya. Kebanyakan orang yang berbisnis memiliki pemahaman yang salah tentang pemasaran. Mereka mempunyai pola pikir untuk langsung mendapatkan konsumen. Disinilah letak permasalahannya. Padahal intinya adalah, anda mendatangkan dulu calon konsumen sebanyak-banyaknya. Setelah mereka datang, baru anda tawarkan produk atau jasa anda. Masih ingat artikel saya tentang hukum pareto kan? Kalau anda belum baca, silahkan baca artikel prinsip bisnis penting. Di situ saya menjelaskan bahwa untuk mendapatkan 2 orang yang ingin join di grup saya, saya harus menghubungi minimal 50 orang agar mau datang ke presentasi saya. Asumsinya, saya mendatangkan calon konsumen sebanyak 10 orang, hasil 80% dari 50 orang yang saya hubungi. Jadi saya menelpon 50 orang buat mendatangkan 10 calon konsumen dengan tujuan, 2 orang mau join di grup saya. Lha terus cara detailnya mendatangkan calon konsumen gimana? He..he..he..seperti biasa, gud kuestion…Caranya sederhana saja, berikan penawaran harga yang “gelap”, kata pakde Tung Desem. Contohnya seperti yang pernah saya lakukan waktu jualan kepiting ekspor. Waktu itu harga kepiting ekspor per kilonya 40 ribu. Sekilo isi 4-5 ekor kepiting. So, saya buat penawaran harga seperti ini, “KEPITING MERAH FULL DAGING, KOPONG GANTI. HARGA 4000 RUPIAH PER ONS“. Sebenarnya dalam iklan saya tersebut terdapat harga yang “gelap”. Mengapa dikatakan gelap? Karena calon konsumen belum tahu berapa isi per kilonya, berapa minimal pembeliannya, dari daerah mana kepiting tersebut berasal, kondisi daging kopong yang seperti apa yang bisa diganti dan sebagainya. Tetapi dengan anda menggunakan cara penawaran harga yang demikian, insya Allah banyak orang yang mau datang untuk melihat produk atau jasa anda. Begitu para calon konsumen itu datang, anda sudah menyediakan program penjualan agar mereka mau membeli produk atau jasa anda. Tapi ingat, anda tidak boleh bohong. Saat konsumen sudah datang, jelaskanlah secara rinci produk atau jasa anda. Konsumen paling tidak suka dicurangi. Anda harus membangun hubungan baik dengan konsumen anda. Ingatlah selalu bahwa konsumen adalah aset anda. Oke? Saya lanjutkan… Contoh lain penawaran harga yang “gelap” adalah misalkan anda jualan kompor gas seharga 400 ribuan. Anda memberlakukan pembayarannya dengan sistem angsuran selama 8 bulan. Anda bisa beri penawaran harga yang menarik seperti ini, “KOMPOR GAS DENGAN SISTEM PENGAMAN TERKINI, CICILAN PER HARI CUKUP 1700 RUPIAH TANPA UANG MUKA“. Fantastis kan? Anda bisa terapkan model headline di atas pada iklan di koran atau di majalah. Tapi sebelum itu, sebaiknya anda pelajari dulu bagaimana cara memasang iklan di koran dan di majalah yang benar. Nah, saya harap sekarang anda paham. Ubahlah paradigma anda. Anda jangan berharap calon konsumen akan membeli membeli begitu melihat penawaran anda. Tapi tujuan pertama anda adalah memperbanyak lead atau calon konsumen. Begitu anda mendatangkan calon konsumen yang banyak, kemungkinan besar anda menutup dengan penjualan akan tinggi. Apalagi jika produk atau jasa anda benar-benar sesuai dengan harapan mereka.

Cara Meningkatkan Peringkat Website Di Google

Search Engine Optimization (SEO) adalah metode yang membantu meningkatkan peringkat blog/website dalam daftar hasil pencarian search engine. Dengan menggunakan teknik SEO dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang sepadan dengan isi blog/website. Hal ini akan menaikkan peringkat dalam hasil pencarian untuk keyword yang relevan dengan blog anda. Makin optimized sebuah blog maka makin tinggi peringkat dalam hasil pencarian. Inilah yang disebut sebagai organic search traffic atau natural search traffic. Disebut natural karena orang lain menemukan blog anda dari hasil pencarian search engine karena berada dalam peringkat tinggi daftar hasil pencarian secara natural. Bukan karena anda membayar. Selain itu, software blog adalah software CMS (Content Management System) sederhana, yang dengan mudah menambahkan halaman baru dan mengintegrasikannya kedalam struktur navigasi dan link pada blog anda. Blog dan blog posting sangat search engine friendly karena webpage nya penuh text, penuh link dan sering di-update. Bila anda mengikuti aturan sederhana dalam SEO, blog anda dapat duduk di peringkat teratas SERP (Search Engine Results Pages). Berikut ini tips SEO sederhana untuk blog anda : 1. Gunakan keyword utama dalam nama domain anda : Upayakan agar URL anda mengandung keyword utama yang akan anda optimasi. Misalnya, bila anda ingin blog anda ditemukan untuk keyword “webcam”, buatlah nama domain anda mengandung kata “webcam”, atau gunakan kata keyword anda dalam sub-domain, seperti http://www.namadomain.com/webcam/. 2. Gunakan key phrase utama dalam tah Header blog dan judul posting : Jika key phrase utama anda adalah “security webcam”, pastikan kata “security” atau “webcam” atau keduanya, ada dalam header blog anda (tag H1 dan H2) dan pada judul posting anda. Software blog akan menggunakan keyword dalam judul posting dan menjadikannya sebagai nama file. Misalnya, andaikan anda ngeblog pakai Blogger, jika judul posting anda “Affordable Security Webcam” maka Blogger secara otomatis membuat halaman posting anda dengan nama file “namadomain.blogspot.com/affordable-security-webcam.html”. 3. Gunakan kata kunci (keyword) sekunder dalam isi posting : Bila anda juga menginginkan keyword sekunder teroptimasi, gunakan mereka dalam isi posting anda dan bumbui judul blog anda dengan keyword ini atau buat link yang memadai. Tetapi jangan terlalu berlebihan yang bisa membuat posting anda terbaca tidak alami dan dianggap sebagai spamming. 4. Gunakan keyword anda sebagai anchor text dalam link : Keyword sebagai anchor text dalam sebuah link jauh lebih bermanfaat ketimbang kata biasa. Gunakan keyword utama dan sekunder sebagai anchor text bila membuat link dengan posting atau halaman yang lain dalam blog anda. Buatlah link dengan keyword dimana keyword tersebut ada dalam isi posting anda, tetapi ingat jangan berlebihan. 5. Pastikan search engine bisa menelusuri blog anda dengan mudah : Buatlah blog anda sehingga navigasi sidebar ada pada semua halaman. Pastikan bahwa arsip dan posting sebelumnya dapat diakses dari semua halaman blog anda agar mereka bisa ditelusuri oleh search engine dengan mudah. 6. Lakukan Link Building dengan blog lain : Link yang mengarah datang ke blog anda adalah faktor yang paling penting dalam membangun Page Rank dan membuat blog anda menduduki peringkat tinggi dalam daftar hasil pencarian. Salah satu yang direkomendasikan dalam membangun link adalah Blog Search. Selain itu, cara lain yang disarankan dalam melakukan link building antara lain : - Submit blog anda ke Blog Search Engines dan Directories : Dengan mendaftarkan (submit) blog dan RSS Feed anda ke search engine dan directory blog adalah cara penting untuk mendapatkan back link berkualitas ke blog anda. Anda bisa mengacu daftar blog directory ini. - Link Exchange (Tukeran Link) : Banyak blog yang bertema sama ingin bertukar link dengan blog lain hingga membangun komunitas atau jaringan link yang kuat. Bertukar link dengan blog lain sangat mudah dilakukan dengan menggunakan software blog yang tersedia. - Trackback : Anda juga bisa membuat link back ke blog anda dengan menggunakan trackback. Sebagian besar software blog telah menyediakan fasilitas trackback. - Memberi Komentar : Anda juga bisa mendapatkan back link ke blog anda dengan membuat komentar yang berkualitas untuk menanggapi sebuah posting yang ada di blog lain. Buatlah komentar terhadap isi sebuah posting dengan memberi komentar singkat tapi relevan dengan isi blog yang kita komentari. Update rutin : Posting segar adalah makanan utama bagi ‘laba-laba” search engine. Buatlah posting secara rutin dengan mengikuti aturan yang digariskan diatas dan yakinlah blog anda akan berada pada posisi atas dalam daftar hasil pencarian search engine dalam waktu singkat.

Tinjauan Bisnis Penerbitan Buku

Bagaimana cara menerbitkan buku? Bagaimana proses mendirikan penerbitan buku? Bagaimana perhitungan bisnis penerbitan buku? Dan pertanyaan lain yang serupa. Baiklah, saya akan menguraikan tentang penerbitan buku berikut kalkulasi bisnisnya. Untuk mendirikan penerbitan buku, terlebih dahulu dilihat seberapa besar modal yang dimiliki. Jika modalnya kurang dari 50 juta, berarti yang diterbitkan adalah buku-buku yang tidak terlalu tebal (kisaran 100 – 200 halaman), dengan asumsi menerbitkan satu buku secara rutin. Selain itu, tidak perlu mengalokasikan dana untuk kantor ataupun mengangkat pegawai tetap, cukup di out sourching, yaitu mempekerjakan karyawan free lance. Sebab, jika modal segitu digunakan untuk sewa gedung dan mengangkat karyawan tetap, maka akan menghabiskan modal itu sendiri sehingga keberlangsungan usaha akan terancam. Sebagai simulasi, jika menerbitkan buku setebal 100 halaman, maka biaya yang dibutuhkan adalah royalti penulis / fee penerjemah sebesar 1.000.000, editor 400.000, setter 250.000, dan cover 250.000, sehingga totalnya adalah 1.900.000. Jika buku dicetak sebanyak 1500 eksemplar, ongkos cetaknya sekitar 6.000.000. Kemudian ongkos kirim ke toko buku dan distributor sekitar 1.000.000. Total biaya seluruhnya adalah 8.900.000. Kita juga perlu mengaggarkan lain-lain sekitar 1.100.000 sehingga biaya untuk satu buku dengan ketebalan 100 halaman dan dicetak 1500 eksemplar adalah 10 juta rupiah. Dengan demikian, dengan modal yang ada dapat dibuat 5 judul buku, masing-masing satu buku per bulan. Kenapa harus seperti itu? Karena ketika menerbitkan pertama kali, modal tidak langsung balik begitu saja. Jika buku itu dititipkan di Gramedia atau Gunung Agung, maka pembayarannya adalah 4 bulan setelahnya. Jadi, selama 4 bulan itu penerbit harus “berpuasa”. Jika modal hanya satu buku, maka penerbit akan sulit bertahan jika ternyata bukunya tidak langsung best-seller. Adapun jika modalnya besar, maka penerbit bisa menggunakannya untuk sewa kantor, biaya promosi, merekrut karyawan, dll. Biaya sewa kantor tergantung lokasi penerbit berada. Jika di daerah terpencil pasti lebih murah, tapi jika di Jakarta tentu mahal. Sedangkan untuk promosi bisa lewat majalah, koran, selebaran, mengadakan bedah buku, dll. Bahkan jika modalnya lumayan, maka penerbit bisa menerbitkan dua judul atau lebih per bulan. Lalu bagaimana dengan perhitungan bisnisnya? Umumnya penerbit memberlakukan harga jual buku sebesar empat kali atau lima kali dari ongkos cetak. Kalau biaya cetaknya nya adalah 4.000. per buku maka harga jualnya 16 ribu atau 20.000 perbuku. Sedangkan perhitungannya adalah sebagai berikut: 20 % untuk ongkos cetak 10 % untuk royalti penulis/fee penerjemah, setting, edit, dan cover 5 % untuk transportasi 5 % untuk promosi/lain-lain 10 % untuk keuntungan penerbit 50 % untuk rabat distributor/toko buku. Perhitungan ini tidak mesti kaku seperti di atas, semuanya tergantung dari penerbit. Misalnya jika buku diterbitkan secara self publishing, yaitu ditulis sendiri, disetting sendiri, dan dibuatkan cover sendiri, maka uang yang ada bisa dialokasikan ke promosi. Begitu pula dengan rabat yang diberikan kepada distributor tergantung dari daya tawar penerbit. Bagi penerbit baru, biasanya diminta oleh distributor tunggal sebesar 55 %, ada juga yang 45 % atau 50 %. Sedangkan penerbit yang mapan, biasanya “pelit” dalam memberi rabat ke toko buku, angkanya sekitar 30 % sampai 40 % yang diberikan ke toko buku. Dengan demikian, semakin besar nama penerbit, maka semakin bagus daya tawarnya sehingga semakin besar pula keuntungan yang didapatkan.

Senin, 19 Juli 2010

Menyambut Ramadhan Dengan Sukacita

Diperintahkan kepada orang-orang beriman untuk berpuasa dalam bulan Ramadhan, seperti halnya para pendahulu, agar bertaqwa. Pesan Quran tersebut sudah terbiasa didengar, khususnya ketika menjelang bulan Ramadhan. Setiap tahun sepanjang hidup kita lewati secara sadar. Manusia yang beriman diundang oleh Allah untuk menjalankan rukun islam ketiga itu. Diundang artinya Allah menempatkan dan menghormati manusia untuk disilakan …, layaknya tamu undangan, khususnya tamu yang istimewa. Artinya, kita diundang karena punya predikat beriman. Undangan itu juga telah diberikan kepada orang-orang beriman terdahulu. Selanjutnya, bila kita menyambut bulan ini dengan suka cita maka Allah pun ikut senang, bahkan kelak kita akan diberi predikat tambahan taqwa. Bagaimana menyambut bulan ini dengan rasa sukacita? Orang yang bersuka cita terpancar cara berpikir, bersikap dan bertingkah laku yang konsisten dan positif. Konsisten dan positif ditunjukkan dengan menjalani kehidupan yang simpel, sederhana, jelas, dan mudah. Seorang yang sedang sakit, ia perlu segera ke dokter. Bila dokter memutuskan sakit dan memberi resep, maka ia segera menebus dan meminum obat serta istirahat yang cukup, sesuai anjuran dokter, Sederhana bukan, gampang bukan. Sesederhana keputusan Michael Schumacher yang batal comeback di F1 karena masih merasa cidera leher (lihat tulisan sebelumnya di kompasiana). Namun ada juga konsisten yang negatif, yakni ketika sakit, ia malah ke ’orang pinter-klenik’. Ini tidak menghargai sunatullah yang diamanahkan kepada orang-orang beriman dan berilmu yakni dokter. Ada juga orang-orang yang tidak konsisten. Ini adalah orang-orang yang sakit tetapi merasa tidak sakit. Kelompok ini bukanlah orang bersuka cita, tetapi perlu dikasihani. Ia sakit secara fisik, mental maupun sosial. Orang seperti ini senantiasa mengganggu, dan tidak layak dalam peran-peran publik. Mengapa orang bersuka cita dalam berpuasa? Karena ada hadiah yang tiada ternilai harganya, yakni rahmat batiniah, ampunan dosa dan dibebaskan dari neraka. Hadiah itu punya dimensi jangka panjang, spiritual dan kekal. Hanya orang-orang yang beriman dan berilmu yang memahami hadiah ini, yakni orang yang hatinya terisi kebenaran hakiki dan pikirannya tawaduk terhadap kebenaran. Hadiah itu tidak sama dengan hidangan buka puasa, baju baru saat lebaran, atau angpau seperti yang diidam-idamkan anak kecil. Jenis-jenis hadiah terakhir mudah dinilai, berjangka pendek. Allahumma innaka afuwun tuhibbul afwa fa fu anni .. artinya, Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun, maka ampunilah aku ini.. Aamiin..

Kamis, 15 Juli 2010

Mana Duluan, Ayam atau Telur? Ini Jawabnya!

Para ilmuwan berhasil menjawab salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam, atau telur?

Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.

Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.

"Apa yang kami temukan adalah 'kecelakaan' yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur."

Menurutnya, selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.

"Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia."

Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.

"Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya."

Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).

"Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis."

Yang pertama dicari adalah, mengetahui 'resep' yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.

"Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam."

Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.

Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. "Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan."

Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah 'tukang bangunan' tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.

Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.

Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. "Itu berati ayam ada duluan sebelum telur."

Tapi, dari mana ayam berasal?

Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.

"Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya."

Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa. Penelitian ini juga berimplikasi medis.

"Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia."

Kamis, 08 Juli 2010

Pembinaan Masyarakat dan Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi
Membentengi Aqidah
Di Tengah Lautan Sampah

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi dihuni oleh sekitar 15.000 jiwa, mulai pria dewasa, wanita bahkan anak-anak. Mereka mengais sampah yang dibuang warga Jakarta, Bekasi dan sekitarnya demi untuk menyambung hidup. Kemiskinan yang mendera menyebabkan warga penghuni TPA Bantar Gebang menjadi obyek eksploitasi pihak lain baik secara ekonomi maupun aqidah. Mereka adalah saudara kita yang rawan aqidah dan rawan pendidikan.

Lautan sampah di Bantar Gebang seluas 108 hektar. Ribuan ton sampah datang setiap hari dari berbagai daerah terutama DKI Jakarta dengan volume sampahnya mencapai 26.000 meter kubik atau 6.000 ton per-hari ditambah dengan sampah dari Kabupaten dan Kota Bekasi yang mencapai 2.500 ton per-hari.

Walaupun sampah-sampah tersebut masih memiliki nilai ekonomi, sehingga menjadi tempat bagi 15.000 jiwa mengais rejeki, namun hidup di sana dalam kondisi yang tidak manusiawi. Tidak ada fasilitas yang memadai untuk mendidik anak-anak mereka, bahkan pola interaksi diantara mereka jauh dari nilai-nilai lslam hal ini membentuk mental yang lemah, kasar, jauh dari etika normal, individualis dan terpatri jiwa-jiwa mengemis yang akan terus diturunkan pada anak keturunan mereka.

Berdakwah di Komunitas Pemulung Sampah

[Bantar Gebang] Kondisi seperti diuraikan di atas menjadikan mereka rentan mengalami goncangan aqidah baik karena faktor kepribadian mereka sendiri yang jauh dari nilai-nilai lslam dan yang lebih bahaya adanya serangan dari luar aqidah Islam. Oleh karena itu menjadi prioritas bagi kita semua untuk mengambil langkah membina masyarakat di sana dengan pembinaan lslam berbasis Al Qur'an.

Bulan Maret 2009 Badan Wakaf Al Qur'an bersama partner lapang kami Yayasan Ummi Amanah, pimpinan ibu Sari menyusun program untuk pembinaan masyarakat, khususnya kalangan pemulung di Bantar Gebang. Langkah bersama kami yang pertama adalah mengadakan pelatihan Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Aqidah Islam (PAUD-BAI) bagi guruguru PAUD dan TPQ dan calon guru dari masyarakat di sekitar TPA Bantar Gebang, dengan materi pelatihan dan tenaga pelatih dari el-diina jakarta selatan.

Target pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bagi pengajar PAUD dan TPQ dan membentuk calon pendidik baru dari penduduk lokal. Hasil pelatihan cukup baik, peserta memperoleh banyak manfaat yang bisa diterapkan dalam kegiatan mengajar mereka sehari-hari. Terlebih el-diina sudah menyiapkan juga perangkat-perangkat ajar yang diperlukan, bahkan sampai kurikulum PAUD-BAI dan Satuan Kegiatan Harian (SKH) bagi guru PAUD.

Sasaran jangka panjang adalah adanya kesinambungan antara metode ajar di sekolah dan di rumah karena sesungguhnya ibu lah yang sangat berperan sebagai guru yang terbaik untuk menanamkan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu ibu-ibu dari kalangan orangtua murid dan masyarakat lainnya, dibina melalui kegiatan majelis taklim muslimah. Adapun bagi kaum bapak dan remaja, dilakukan pembinaan keislaman seperti belajar membaca Al Qur'an, pengajian dan pelatihan ketrampilan.
Pembinaan Masyarakat dan Pemulung di TPA Bantar Gebang, Bekasi

Program wakaf untuk mendukung dakwah dan pembinaan masyarakat dan pemulung di kawasan TPA Bantar Gebang, Bekasi. Terdiri dari program:

1. Wakaf Al Qur'an dan Pembinaan.
2. Wakaf Khusus Pengembangan Sekolah "Al Falah", untuk anak-anak pemulung dan warga yang tidak mampu.

Pembinaan Masyarakat dan Pemulung di TPA Bantar Gebang, Bekasi
Lokasi : TPA Bantar Gebang, Bekasi
Partner Lapang : Yayasan Ummi Amanah
Wakaf Al Qur'an dan Pembinaan

A l-Qur'an yang dibutuhkan untuk mendukung pembinaan di kawasan Bantar Gebang sekitar 15.000 kitab, khususnya Al Qur'an terjemah. Selain untuk warga pemulung, Al Qur'an wakaf ini juga diperlukan untuk mengisi kekosongan Al Qur'an di mushola-mushola dan majelis taklim yang ada di kawasan tersebut. Kendala terbesar dakwah di kawasan Bantar Gebang adalah tenaga da'i yang membina masyarakat disana sangat sedikit, disamping kemiskinan warganya sehingga kurang memperhatikan aspek pendidikan dan pembinaan.

Da'i dari luar Bantar Gebang juga jarang berdakwah ke wilayah tersebut, dengan berbagai sebab diantaranya adalah karena lingkungan yang beraroma kurang sedap. Partner lapang kami di Bantar Gebang pernah mengundang salah seorang ustadzah yang cukup senior untuk memberi kajian seminggu sekali di salah satu mushola di kawasan pembuangan sampah ini. Namun selang seminggu kemudian saat di hubungi untuk mengingatkan jadwal beliau, justru yang didapat jawaban yang menolak melanjutkan kajian disana..."Maaf, Bu..saya tidak sanggup lagi. Saya pusiiiing sekali. Saya tidak kuat dengan bau sampahnya. Apalagi mushollanya gelap, kotor, pengap. Sudah begitu, ibu-ibu pemulung bawa anak-anak kecil pula. Maaf ya....saya tidak sanggup lagi untuk berceramah disana. Bukan karena amplopnya lho ya.."

Menyedihkan sekali, apakah hanya tempat-tempat bersih, harum dan gemerlap yang berhak mendapatkan cahaya dakwah ? Apakah cuma orang-orang kaya yang berhak didatangi oleh para penebar dakwah ? Betapa ibanya kita kepada tempat-tempat di bumi Alloh ini yang kebetulan dihuni oleh kaum marginal yang kotor dan bau.....mereka yang sudah terkepung oleh kefakiran harta dan ilmu semakin terperosok oleh kefakiran iman dikarenakan keengganan para penebar dakwah untuk merengkuh mereka. Wakaf Al Qur'an Anda yang disertai pembinaan insya Allah akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kehidupan saudara kita di kawasan TPA Bantar Gebang. (Sumber Badan Wakaf Al-Qur`an)

Minggu, 20 Juni 2010

Pemasaran = Komunikasi

Kenapa orang menyebut marketing sebagai ‘ujung tombak’ dari segala aktifitas bisnis. Marketing atau bahasa kita menyebutnya pemasaran sering menjadi beban terberat seseorang yang menjalankan bisnisnya sendiri. Berbagai macam alasan dijadikan kambing hitam atas kelemahan yang mereka miliki.. narsis! Ada yang ngomong, “Aku gak bisa ngomong, bagaimana supaya bisa menjadi pemasar yang sukses..?” lainnya (yang lebih berani jujur) berkata,”Aku gak tau harus ngomong apa ketika menghadapi pembeli..” dan beragam ‘acara’ lain yang semakin menunjukkan kelemahan atas ke’malas’an.

Marketing atau pemasaran adalah hal yang ‘wajib’ bagi para pengusaha. Bagaimana tidak.. lha wong order itu bisa masuk ke kita, awalnya juga melalui pemasaran. Sukses tidaknya bisnis kita itu efektif diukur dari sejauh mana kerja-kerja marketing kita. Sudahlah.. mau ngomong apa aja, keuangan yang buruk lah, sdm yang tidak kompeten lah, ekonomi masyarakat yang lesu, adalah alasan2 yang menunjukkan bahwa bisnis tersebut memiliki hasil kerja marketing yang buruk..

Perbaiki marketing anda, maka insya Alloh sisanya akan jauh lebih baik. Marketing itu sejalan dengan penjualan ! kalo penjualan kita bagus, menjadi sangat wajar apabila segala sesuatunya terbentuk dengan sendirinya, keuangan, sdm, produksi, distribusi, dsb. Semua bidang akan menyesuaikan terhadap setiap perubahan yang ada. Percuma saja kita perbaiki manajemen keuangan, dibolak-balik sistem pelaporan & anggarannya, ditambah modal meski harus pinjam (apalagi dari bank.. wuihh), gonta-ganti karyawan, up-grade peralatan kerja, kontrak-kontrak baru jalur distribusi, dan lain sebagainya, jika ternyata masalah utama ada di-marketing alias penjualan yang buruk.. yok opo, bener gak?

Marketing harus kita pahami sebagai sesuatu yang hidup! (opo maneh.. :P ) Iya bener.. Hidup dan terus bergerak. Marketing = KoMuniKasi, marketing sejajar dengan efektifitas kerja komunikasi yang kita lakukan. Semakin banyak kita berkomunikasi semakin besar probabilitas (peluang) penjualan kita dan semakin besar pendapatan kita, selanjutnya anda terjemahkan sendiri. Komunikasi harus kita pahami betul filosofinya sehingga kita dapat menerjemakannya menjadi langkah-langkah konkret dalam bisnis kita.

KoMuniKasi, berarti Ko = teko (datang) kemudian Muni = ngomong (bicara) kemudian Kasi = kasih (dibeli). Jadi pengertian semuanya kalo kita padukan adalah “Kita datang, Kita bicara, Kita dibeli” inilah esensi dari marketing. Sangat menarik bukan ?! hehehe…

Sekarang mari kita pahami satu persatu agar semakin jelas apa yang dimaksud dengan marketing itu. Dimulai dari Ko = teko (datang). Kita datang kepada pelanggan dimana meraka berada. Kita harus tau betul tempat dan orang-orang yang akan kita datangi tersebut. Kita harus punya ‘data’ konkret yang menunjukkan ada ‘pasar’ disana.. Jangan kemudian kita datang kepada tempat & orang2 yang tidak menginginkan produk barang atau jasa kita. Bosone pak Hermawan kertajaya, On Segmentation..! Untuk mendapatkan data yang validitasnya tinggi memang butuh lembaga survei dan biasanya harganya tidak murah (sing jelas pengusaha modal dengkul gak mampu bayar.. :P ). Kita lakukan survey sendiri aja kecil2an toh yang kita jual juga kecil2an, jangan malu untuk bertanya ddidaerah yang akan kita ‘datangi’ tersebut. Tanya tentang apa? apasaja yang penting halal untuk ditanyakan hehhe.. semakin banyak yang kita tahu semakin baik ‘data’ kita.

Selanjutnya adalah Muni = Ngomong (bicara). Kita bicara kepada ‘siapa dan tempat’ yang sesuai dengan pasar yang kita bidik tadi berdasarkan data yang sebelumnya kita peroleh. Aturannya bgini, semakin sedikit data yang kita ketahui maka semakin banyak kita bicara, mengenai kebutuhan mereka. Dan semakin banyak data yang kita kumpulkan maka semakin sedikit kita bicara, malah kalo perlu tanpa bicara kita sodori mereka produk kita sebagai jawaban atas kebutuhan mereka selama ini. isn’t it? ;)

Dan akhirnya adalah Kasi = Kasih (dibeli). Untuk yang terakhir inilah keyakinan kita diuji. Karena saat ini jugalah yang menentukan sikap kita sebagai muslim yang taat. Keyakinan bahwa berserah dalam menerima hasil atas usaha yang sekuat tenaga kita upayakan. Tawakkal kepada Alloh, Sang Raja Manusia yang mengatur segala transaksi. Kalo dari rangkaian usaha komunikasi kita tepat, insya Alloh segala sesuatunya akan seperti yang kita harapkan. Kalaupun tidak ya sudah.. menjadi berkah silaturahim kita dengan pelanggan baru. Karena keputusan membeli itu 100% ada dihati para pelanggan, dan Alloh ada dibalik semua transaksi ini.. insya Alloh kita menuju kemenangan.