Minggu, 20 Juni 2010

Pemasaran = Komunikasi

Kenapa orang menyebut marketing sebagai ‘ujung tombak’ dari segala aktifitas bisnis. Marketing atau bahasa kita menyebutnya pemasaran sering menjadi beban terberat seseorang yang menjalankan bisnisnya sendiri. Berbagai macam alasan dijadikan kambing hitam atas kelemahan yang mereka miliki.. narsis! Ada yang ngomong, “Aku gak bisa ngomong, bagaimana supaya bisa menjadi pemasar yang sukses..?” lainnya (yang lebih berani jujur) berkata,”Aku gak tau harus ngomong apa ketika menghadapi pembeli..” dan beragam ‘acara’ lain yang semakin menunjukkan kelemahan atas ke’malas’an.

Marketing atau pemasaran adalah hal yang ‘wajib’ bagi para pengusaha. Bagaimana tidak.. lha wong order itu bisa masuk ke kita, awalnya juga melalui pemasaran. Sukses tidaknya bisnis kita itu efektif diukur dari sejauh mana kerja-kerja marketing kita. Sudahlah.. mau ngomong apa aja, keuangan yang buruk lah, sdm yang tidak kompeten lah, ekonomi masyarakat yang lesu, adalah alasan2 yang menunjukkan bahwa bisnis tersebut memiliki hasil kerja marketing yang buruk..

Perbaiki marketing anda, maka insya Alloh sisanya akan jauh lebih baik. Marketing itu sejalan dengan penjualan ! kalo penjualan kita bagus, menjadi sangat wajar apabila segala sesuatunya terbentuk dengan sendirinya, keuangan, sdm, produksi, distribusi, dsb. Semua bidang akan menyesuaikan terhadap setiap perubahan yang ada. Percuma saja kita perbaiki manajemen keuangan, dibolak-balik sistem pelaporan & anggarannya, ditambah modal meski harus pinjam (apalagi dari bank.. wuihh), gonta-ganti karyawan, up-grade peralatan kerja, kontrak-kontrak baru jalur distribusi, dan lain sebagainya, jika ternyata masalah utama ada di-marketing alias penjualan yang buruk.. yok opo, bener gak?

Marketing harus kita pahami sebagai sesuatu yang hidup! (opo maneh.. :P ) Iya bener.. Hidup dan terus bergerak. Marketing = KoMuniKasi, marketing sejajar dengan efektifitas kerja komunikasi yang kita lakukan. Semakin banyak kita berkomunikasi semakin besar probabilitas (peluang) penjualan kita dan semakin besar pendapatan kita, selanjutnya anda terjemahkan sendiri. Komunikasi harus kita pahami betul filosofinya sehingga kita dapat menerjemakannya menjadi langkah-langkah konkret dalam bisnis kita.

KoMuniKasi, berarti Ko = teko (datang) kemudian Muni = ngomong (bicara) kemudian Kasi = kasih (dibeli). Jadi pengertian semuanya kalo kita padukan adalah “Kita datang, Kita bicara, Kita dibeli” inilah esensi dari marketing. Sangat menarik bukan ?! hehehe…

Sekarang mari kita pahami satu persatu agar semakin jelas apa yang dimaksud dengan marketing itu. Dimulai dari Ko = teko (datang). Kita datang kepada pelanggan dimana meraka berada. Kita harus tau betul tempat dan orang-orang yang akan kita datangi tersebut. Kita harus punya ‘data’ konkret yang menunjukkan ada ‘pasar’ disana.. Jangan kemudian kita datang kepada tempat & orang2 yang tidak menginginkan produk barang atau jasa kita. Bosone pak Hermawan kertajaya, On Segmentation..! Untuk mendapatkan data yang validitasnya tinggi memang butuh lembaga survei dan biasanya harganya tidak murah (sing jelas pengusaha modal dengkul gak mampu bayar.. :P ). Kita lakukan survey sendiri aja kecil2an toh yang kita jual juga kecil2an, jangan malu untuk bertanya ddidaerah yang akan kita ‘datangi’ tersebut. Tanya tentang apa? apasaja yang penting halal untuk ditanyakan hehhe.. semakin banyak yang kita tahu semakin baik ‘data’ kita.

Selanjutnya adalah Muni = Ngomong (bicara). Kita bicara kepada ‘siapa dan tempat’ yang sesuai dengan pasar yang kita bidik tadi berdasarkan data yang sebelumnya kita peroleh. Aturannya bgini, semakin sedikit data yang kita ketahui maka semakin banyak kita bicara, mengenai kebutuhan mereka. Dan semakin banyak data yang kita kumpulkan maka semakin sedikit kita bicara, malah kalo perlu tanpa bicara kita sodori mereka produk kita sebagai jawaban atas kebutuhan mereka selama ini. isn’t it? ;)

Dan akhirnya adalah Kasi = Kasih (dibeli). Untuk yang terakhir inilah keyakinan kita diuji. Karena saat ini jugalah yang menentukan sikap kita sebagai muslim yang taat. Keyakinan bahwa berserah dalam menerima hasil atas usaha yang sekuat tenaga kita upayakan. Tawakkal kepada Alloh, Sang Raja Manusia yang mengatur segala transaksi. Kalo dari rangkaian usaha komunikasi kita tepat, insya Alloh segala sesuatunya akan seperti yang kita harapkan. Kalaupun tidak ya sudah.. menjadi berkah silaturahim kita dengan pelanggan baru. Karena keputusan membeli itu 100% ada dihati para pelanggan, dan Alloh ada dibalik semua transaksi ini.. insya Alloh kita menuju kemenangan.

Kamis, 03 Juni 2010

Jangan Pernah Tinggalkan Penjara Israel

Jangan Pernah Tinggalkan Penjara Israel


Sesudah kapal Mavi Marmara digiring kapal perang Israel, dan sekarang bersandar di pelabuhan Israel, Ashdod, serta para aktivis kemanusiaan dimasukkan ke dalam penjara Israel. Inilah sebuah episode perjuangan para aktivis yang sudah berani mengambil resiko, dan bahkan diantaranya telah menemui kematian.

Mereka menaiki kapal Mavi Marmara dengan sebuah niat. Niat tulus dengan kesadaran mendalam mereka, yang bertujuan ingin membuka blokade Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza. Satu-satunya niat yang ada dibenak mereka, hanyalah ingin melihat rakyat Palestina di Gaza bisa bebas, dan mendapatkan akses untuk kehidupan mereka.

Para aktivis dan relawan sangat sadar, pasti akan menghadapi resiko yang akan diterima dari rezim Zionis-Israel, yang bertujuan ingin membunuh 1,5 juta Palestina di Gaza, secara perlahan. Rezim Zionis-Israel yang sudah mengidap paranoid itu, tak akan memberikan kesempatan dan toleransi kepada siapapun memasuki wilayah Gaza. Rakyat Palestina di Gaza sudah dianggap menjadi ancaman laten bagi rezim Zionis. Entitas bangsa Palestina yang sudah dilemahkan dan nyaris sudah tak berdaya itu, harus punah.

Mereka yang sudah melakukan pilihan untuk pergi ke Gaza dengan kapal Mavi Marmara, sesungguhnya memiliki sebuah misi, yang sangat mulia, bagi siapa saja. Mereka hanya lah ingin menyelamatkan kemanusiaan, yang menghadapi ancaman kehancuran, akibat tindakan yang bersifat rasis, ideologis, yang penuh dengan prasangka.

Israel terus mengkampanyekan bahwa Hamas sebagai kelompok ideologis, yang lekat dengan teroris,dan mengusung teror, yang membawa kematian. Faktanya semua dibantah oleh episode perjalanan sejarah perjuangan rakyat Palestina, terutam di Gaza.

Rakyat Palestina di Gaza telah mengalami sebuah tranformasi perjuangan, yang terus bergerak dengan sangat alamiah. Satu-satunya yang tidak mau berkompromi dan berubah adalah sikapnya terhadap Israel. Di mana Hamas tidak mau mengakui keberadaan Israel. Karena sejatinya Israel adalah penjajah yang telah menganeksasi tanah-tanah rakyat Palestina.

Penjajahan dan aneksasi yang menjadi kebijakan rezim Zionis-Israel, tak pernah berhenti dan terus bertambah keras menghadapi rakyat Palestina. Setiap hari masyarakat dunia hanya mendapatkan suguhan berupa tontonan kematian demi kematian rakyat Palestina oleh pasukan Israel (IDF). Kematian itu seperti sudah menjadi kelaziman bagi rakyat Palestina.

Rezim Zionis-Israel juga mengusir dan merampas tanah-tanah rakyat Palestina, dan kemudian menjadi bangunan pemukiman Yahudi. Orang-orang Arab Palestina, banyak diantara mereka yang menjadi gelandangan, dan melarikan diri ke negara tentangganya menjadi pengungsi. Sungguh sangat menyedihkan.

Sejak Israel melakukan invasi militer ke Gaza Desember 2008, yang lalu, menyebabkan ribuan orang tewas, dan ribuan lainnya yang luka-luka, serta hancurnya sarana hidup di Gaza, dan masih menanggung blokade dan isolasi, sepertinya sudah tidak masuk akal, atau diluar kemampuan akal manusia.

Kehadiran para relawan internasional yang ingin masuk Gaza dan membebaskan dari blokade Israel, hanyalah sebuah ‘conmon sense’ (akal sehat), yang tidak mungkin membiarkan sebuah kebiadaban yang tidak beradab di muka bumi terus berlangsung. Kebetulan sekarang menimpa rakyat Palestina di Gaza. Tidak mungkin lagi membiarkan sebuah negara (Israel) memperlakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan atas warga Palestina berlangsung secara permanen.

Dosa apakah yang dilakukan oleh rakyat Palestina di Gaza, yang sekarang dibawah Hamas? Dosa apakah yang dilakukan oleh Hamas? Di mana rezim Zionis-Israel harus menghukum rakyat Palesttina secara kolektif? Kalau Hamas menyerang Israel, berapa korban yang tewas dan luka-luka di pihak Israel? Bandingkan dengan agresi Israel, yang berulang-ulang terhadap rakyat Palestina. Berapa banyak yang tewas? Berapa banyak pemimpin Palestina yang tewas di tangan penjajah Israel?

Berapa banyak rakyat Palestina tewas? Berapa banyak yang kehilangan sanak famili diantaranya mereka? Bagaimana penderitaaan mereka? Penderitaaan sejak Israel berdiri di tahun 1948. Sampai kini? Sudah tak terperikan lagi.

Bandingkan. Rakyat Afrika Selatan, yang pernah mengalami hidup dibawah sistem apartheid, dan sekarang mereka sudah menjadi bangsa yang berdaulat dan menikmati kebebasan. Sementara itu, rakyat Palestina terus menghadapi pengusiran, penangkapan, penculikan, pembunuhan dan perang, dan masih terus berlanjut.

Maka tidak layak para aktivis yang membawa misi kemanusiaan dengan kapal Mavi Marmara, bersedia di deportasi dan meninggalkan penjara Israel. Mereka harus memilih tetap tinggal di penjara Israel, sebagai bentuk moral obligasi (janji moral) mereka kepada rakyat Palestina di Gaza, yang sudah lebih lama menghadapi penderitaan.

Mereka seharusnya hanya akan keluar dari penjara Israel, kalau Israel sudah membuka blokade dan membebaskan rakyat Palestina dari sebuah penjajahan. Penderitaan rakyat Palestina sudah sangat panjang. Darah, air mata, serta kematian selalu menyertai mereka. Kesertaan para relawan kemanusiaan bersama rakyat Palestina di penjara-penjara Israel jauh lebih mulia, atau kematian sekalipun di tangan Israel.

Hanya kasadaran para aktivis kemanusiaan, dan niat yang tulus, dan tujuan yang memang ingin membebaskan rakyat Palestina, yang bakal menentukan sikap mereka untuk tetap bersama rakyat Palestina. Semoga. Wallahu’alam.

Kamis, 27 Mei 2010

MEMBEDAKAN HUBUNGAN MASYARAKAT & PERIKLANAN

Public Relations (PR) atau Hubungan masyarakat (Humas) adalah bagian dari bauran promosi, yang terdiri dari periklanan, pemasaran langsung, promosi penjualan, dan penjualan pribadi.
Bauran promosi (Promotional Mix), adalah salah satu unsur 4P dalam pemasaran. Unsur lainnya adalah Product (mengembangkan produk yang baik), Pricing (menetapkan harga yang menarik), dan Place (pendistribusian yang tepat sasaran).
PR harus menjadi bagian dari rencana komunikasi pemasaran terpadu yang menyeluruh dari suatu perusahaan.
PR sering dikacaukan artinya dengan periklanan. Hal ini tidak mengejutkan karena keduanya mengkomunikasikan informasi kepada publik.
Namun, PR memiliki perbedaan dalam dua hal. Pertama, PR tidak "membeli" ruang dalam media; PR juga tidak bermaksud "menjual" suatu barang atau jasa.
Sementara periklanan menggunakan ruang media yang harus dibayar dan dikendalikan oleh klien, PR mengambil tempat di dalam ruang yang tak terhingga serta "bebas". bandingkan penempatan iklan susu yang harus membayar dalam surat kabar dengan laporan berita tentang susu yang tercemar. Iklan adalah sesuatu yang berada di dalam wewenang perusahaan, namun laporan berita adalah sesuatu yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya oleh perusahaan.
kedua, sementara periklanan dimaksudkan untuk menjual produk, PR terutama dimaksudkan untuk menjual produk, PR terutama dimaksudkan untuk menjelaskan kebijakan perusahaan. Sebuah perusahaan perminyakan dapat saja membuat iklan yang menunjukan kegiatan operasi pengolahan minyak yang ramah lingkungan, tetapi kebanyakan publisitas akan berasal dari kegiatan PR-nya - seperti laporan berita dalam media tentang perlindungan lingkungan hidup yang akan diterima publik sebagai fakta dari yang berwenang dan dapat dipercaya.
PR adalah salah satu alat manajemen. Dengan itu, perusahaan dapat mengevaluasi sikap publik dan mengidentifikasi kebijakan dan prosedur yang menjadi minat atau perhatian publik. Kemudian