Kamis, 21 Februari 2013

DAFTAR AHLI PENEMU MUSLIM DI BERBAGAI BIDANG

Bagian 1



                Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar. Razi diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi asma”, dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musim panas. Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme tubuh untuk melindungi diri. Pada bidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.


·                    Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham (Basra,965 – Kairo 1039), dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop. Bidang lain: Physics,Optics, Mathematics.


·               Abu Musa Jabir bin Hayyan / Jabir Ibnu Hayyan Orang-orang Eropa menamakannya Gebert, ia hidup antara tahun 721-815 M. Dia adalah seorang tokoh Islam yang mempelajari dan mengembangkan dunia Islam yang pertama. Ilmu tersebut kemudian berkembang dan kita mengenal sebagai ilmu kimia. Bidang keahliannya, (dimana dia mengadakan peneltian) adalah bidang : Logika, Filosofi, Kedokteran, Fisika, Mekanika, dan sebagainya.



               Abu Yusuf Yacub Ibnu Ishak Al-Kindi Dalam dunia barat dia dikenal dengan nama Al-Kindus. Memang sudah menjadi semacam adat kebiasaan orang barat pada masa lalu dengan melatinkan nama-nama orang terkemuka, sehingga kadang-kadang orang tidak mengetahui apakah orang tersebut muslim atau bukan. Tetapi para sejarawan kita sendiri maupun barat mengetahui dari buku-buku yang ditinggalkan bahwa mereka adalah orang Islam, karena karya orisinil mereka dapat diketahui dalam bentuk tulisan ilmiah mereka sendiri. Al Khindi ahli adalah ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno. Al-Kindi adalah seorang filosof muslim dan ilmuwan sedang bidang disiplin ilmunya adalah: Filosofi, Matematika, Logika, Musik, Ilmu Kedokteran.




·                     Abul Hakam Umar bin Abdurrahman bin Ahmad bin Ali Al-Kirmaniadalah cendekiawan besar abad ke-12 dari Kordoba, Al-Andalus. Ia adalah murid dari Maslamah Al-Majriti. Ia mempelajari dan berkarya di bidang bidang geometri dan logika. Menurut muridnya Al-Husain bin Muhammad Al-Husain bin Hayy Al-Tajibi, “tak ada yang sepandai Al-Kirmani dalam memahami geometri atau jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya yang tersulit, dan dalam mempertunjukkan seluruh bagian dan bentuknya.” Ia lalu pindah ke Harran, Al-Jazirah (sekarang terletak di Turki). Disana ia mempelajari geometri dan kedokteran. Ia lalu kembali ke Al-Andalus dan tinggal di Sarqasta (Zaragoza). Ia diketahui menjalankan praktik bedah seperti amputasi dan kauterisasi.




·                Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi adalah salah satu pakar di bidang kedokteran pada masa Islam abad Pertengahan. Dia lahir di Madinatuz Zahra’, 936 – 1013 yang dikenal di Barat sebagai Abulcasis. Karya terkenalnya adalah Al-Tasrif, kumpulan praktik kedokteran yang terdiri atas 30 jilid. Abul Qasim lahir di Zahra, yang terletak di sekitar Kordoba, Spanyol. Di kalangan bangsa Moor Andalusia, dia dikenal dengan nama “El Zahrawi”. Al-Qasim adalah dokter kerajaan pada masa Khalifah Al-Hakam II dari kekhalifahan Umayyah. Al-Tasrif berisi berbagai topik mengenai kedokteran, termasuk di antaranya tentang gigi dan kelahiran anak. Buku ini diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerardo dari Cremona pada abad ke-12, dan selama lima abad Eropa Pertengahan, buku ini menjadi sumber utama dalam pengetahuan bidang kedokteran di Eropa. Bidang lain: Surgery, Medicine.



·                  Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud Abu Mansur al-Samarqandi al-Maturidi al-Hanafi atau Abu Mansyur Almaturiddi adalah seorang cendekiawan muslim dan ahli di bidang ilmu kalam. Maturidi dilahirkan di Maturid, dekat Samarqand. Di bidang ilmu agama, beliau berguru pada Abu Nasr al-`Ayadi and Abu Bakr Ahmad al-Jawzajani. Ia banyak menulis tentang Mu’tazilah, Qarmati, dan Syiah.


         

Senin, 11 Juni 2012


Persyaratan Produk Dalam Transaksi Batubara

Posted by imambudiraharjo
Dalam perdagangan komoditas batubara, faktor terpenting yang mengikat transaksi antara pembeli dan penjual adalah kualitas batubara, dimana spesifikasi yang disyaratkan oleh pembeli yang harus dipenuhi oleh penjual selalu tertulis dalam kontrak kesepakatan pembelian. Di bawah ini ditampilkan contoh persyaratan produk yang tercantum di dalam kontrak pembelian batubara yang akan dikirimkan ke pembeli tertentu.
01-PA-spec
Gambar 1. Spesifikasi Batubara di Kontrak Pembelian
Kolom paling kanan dari gambar 1 di atas adalah satuan dari kualitas – kualitas yang akan dinilai, yang besarnya tidak ditentukan secara pasti di angka tertentu. Mengapa demikian? Karena sebagaimana jamak dipahami, kualitas batubara tidaklah seragam di dalam satu lapangan penggalian, bahkan di dalam lapisan yang sama sekalipun. Kondisi ini tidak  lain disebabkan oleh karakteristik yang khas dari proses pembentukan batubara itu sendiri .
Oleh karena itu, penjual biasanya akan melakukan pencampuran batubara (blending) dari beberapa lokasi atau lapisan yang memiliki kualitas berbeda – beda sehingga didapat angka rata – rata yang dikehendaki. Meskipun demikian, kemungkinan timbulnya fluktuasi kualitas dari batubara yang terkirim ke konsumen tetaplah ada, baik berupa over spec maupun under spec. Sehingga untuk mengakomodasi hal ini, maka biasanya terdapat klausul berupa bonus dan penalti di dalam kontrak yang disepakati oleh kedua belah pihak. Berikut ini adalah salah satu contoh ketentuan tersebut.
02-PA-penalti
Gambar 2. Ketentuan Penalti dan Bonus
Kemudian kalau kita perhatikan, kecuali Hardgrove Grindability Index (HGI) dan ukuran, seluruh parameter kualitas dinilai berdasarkan standar tertentu, misalnya AR atau ADB. Basis penilaian ini begitu penting karena menyangkut penyamaan persepsi antara pembeli dan penjual terhadap produk batubara yang akan diperdagangkan.
Basis Penilaian Kualitas
Untuk mempermudah penjelasan, di bawah ini ditampilkan hubungan antara basis analisis dikaitkan dengan keberadaan parameter yang menjadi dasar perhitungannya.
03-Basis analisis
Gambar 3. Basis Analisis Batubara
(Sumber: Idemitsu Kosan Co., Ltd)
Dari gambar di atas, terlihat ada 5 jenis basis untuk analisis batubara yang dapat diterapkan, yaitu ARB, ADB, DB, DAF, dan DMMF.
1. ARB (As Received Basis)
Sebagaimana arti harfiahnya, obyek analisis ini adalah batubara yang diterima oleh pembeli seperti apa adanya. Dengan demikian, analisis pada basis ini juga mengikutsertakan air yang menempel pada batubara yang diakibatkan oleh hujan, proses pencucian batubara (coal washing), atau penyemprotan (spraying) ketika di stock pile maupun saat loading. Air yang menempel di batubara karena adanya perlakuan eksternal ini dikenal sebagai Free Moisture (FM).
Yang dimaksud penerimaan oleh pembeli (as received) disini bukan selalu berarti penerimaan batubara di stock pile pembeli, tapi disesuaikan dengan kontrak pembelian. Untuk kontrak FOB (Free on Board) misalnya, maka penilaian kualitas pada basis ARB adalah pada saat berpindahnya hak kepemilikan batubara di kapal atau tongkang. Pada kondisi ini, terkadang ARB juga disebut dengan as loaded basis.
2. ADB (Air Dried Basis)
Pada kondisi ini, Free Moisture (FM) tidak diikutkan dalam analisis batubara. Secara teknisnya, uji dan analisis dilakukan dengan menggunakan sampel uji yang telah dikeringkan pada udara terbuka, yaitu sampel ditebar tipis pada suhu ruangan, sehingga terjadi kesetimbangan dengan lingkungan ruangan laboratorium, sebelum akhirnya diuji dan dianalisis.
Nilai analisis pada basis ini sebenarnya mengalami beberapa fluktuasi sesuai dengan kelembaban ruangan laboratorium, yang dipengaruhi oleh musim dan faktor cuaca lainnya. Akan tetapi bila dilihat secara jangka panjang dalam waktu satu tahun misalnya, maka kestabilan nilai tertentu akan didapat. Disamping itu, basis uji & analisis ini sangat praktis karena perlakuan pra pengujian terhadap sampel adalah pengeringan alami sesuai suhu ruangan sehingga tidaklah mengherankan bila standar ADB ini banyak dipakai di seluruh dunia.
3. DB (Dried Basis)
Tampilan dry basis menunjukkan bahwa hasil uji dan analisis dengan menggunakan sampel uji yang telah dikeringkan di udara terbuka seperti di atas, lalu dikonversikan perhitungannya untuk memenuhi kondisi kering.
4. DAF (Dried Ash Free)
Dry & ash free basis merupakan suatu kondisi asumsi dimana batubara sama sekali tidak mengandung air maupun abu. Adanya tampilan dry & ash free basis menunjukkan bahwa hasil analisis dan uji terhadap sampel yang telah dikeringkan di udara terbuka seperti di atas, lalu dikonversikan perhitungannya sehingga memenuhi kondisi tanpa abu dan tanpa air.
5. DMMF (Dried Mineral Matter Free)
Basis DMMF dapat diartikan pula sebagai pure coal basis, yang berarti batubara diasumsikan dalam keadaan murni dan tidak mengandung air, abu, serta zat mineral lainnya.
Untuk konversi perhitungan ke basis ini, maka besarnya zat – zat mineral harus diketahui terlebih dulu. Dalam hal ini, perhitungan yang paling banyak digunakan adalah persamaan parr, seperti ditunjukkan di bawah ini.
M = 1.08A + 0.55S ………. (1)
Dimana
M: Mineral matters (%); A: Ash (%); S: Sulfur (%).
Akan tetapi persamaan ini tidak dapat diterapkan untuk perhitungan yang teliti dari setiap jenis batubara.
Dalam transaksi komoditas batubara, persyaratan kualitas yang umumnya tercantum dalam kontrak pembelian adalah hasil analisis proksimat, yaitu TM, IM, Ash, VM, FC, kemudian ditambah dengan kalori serta sulfur. Karena basis DMMF tidak pernah digunakan untuk uji dan analisis parameter – parameter tadi, maka konversi – konversi nilai kualitas yang muncul di tulisan ini selanjutnya akan dibatasi hanya pada 4 basis saja, yaitu ARB, ADB, DB, dan DAF.
Konversi Hasil Analisis Batubara
Berikut ini disajikan hasil analisis terhadap salah satu sampel batubara yang berasal dari daerah Embalut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tabel 1. Data analisis batubara
05-Data asli
Menggunakan data di atas, kita akan mencoba mengkonversinya ke dalam basis – basis analisis yang lain berdasarkan perhitungan di bawah ini.
Tabel 2. Formula konversi analisis batubara
(Sumber: Coal Convertion Facts, WCI, 2004)
04-Formula konversi*Untuk DAF, kalikan DB dengan [100 / (100 – A%)]. A dalam ADB.
Berdasarkan perhitungan konversi di atas, maka hasilnya adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Konversi Hasil Analisis Batubara
06-Hasil konversi
*Angka berhuruf tebal adalah data asli.
Untuk kalori akan dibahas lebih lanjut di bawah ini, karena parameter ini sangat vital dalam transaksi batubara.
Kalori Dalam Transaksi Batubara
Dalam kontrak pembelian batubara, persyaratan kalori oleh sebagian besar konsumen Jepang selama ini adalah GCV (Gross Calorific Value) dalam basis ADB. Akan tetapi, belakangan ini sebagiannya mulai berubah ke GCV dalam basis ARB. Dan sebenarnya di Eropa Barat, kontrak berbasis ARB untuk GCV ini sudah menjadi mayoritas dalam transaksi batubara saat ini. Bahkan dalam perkembangannya, beberapa konsumen juga mulai beralih ke persyaratan kalori dalam NCV (Net Calorific Value) berbasis ARB.
Perbedaan antara basis ADB dan ARB sudah dijelaskan di atas. Adapun apa yang dimaksud dengan GCV dan NCV akan diterangkan di bawah ini.
Pada saat pembakaran batubara di boiler, air yang menempel di batubara (dalam hal ini TM) serta air yang terbentuk dari persenyawaan hidrogen yang terkandung di dalam batubara dan oksigen, akan berubah menjadi uap air setelah melalui proses pemanasan dan penguapan. Karena tidak memberi nilai tambah apa pun dalam konversi ke energi yang dapat dimanfaatkan selain untuk menguapkan air dalam batubara saja, maka kalor yang digunakan untuk proses tadi disebut kalor laten. Jika kalor laten ini diikutsertakan dalam analisis, maka kalori dalam batubara yang bersangkutan disebut dengan GCV atau HHV (Higher Heating Value). Dan jika faktor kalor laten ditiadakan, maka disebut dengan NCV atau LHV (Lower Heating Value). Hubungan antara GCV dan NCV ditunjukkan oleh persamaan (dalam standar JIS)  di bawah ini:
NCV (kcal/kg) = GCV (kcal/kg) – 6 (9 H + W) ………. (2)
Dimana, H = kadar hidrogen (%) … analisis ultimat.
W = kadar air (%) … analisis proksimat.
Basis analisis untuk kalori, hidrogen, dan kadar air harus sama.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tampilan besaran kalori dalam NCV menunjukkan kalor atau energi panas efektif yang terkandung dalam batubara yang digunakan untuk konversi energi yang bermanfaat. Kemudian dari persamaan di atas terlihat pula bahwa bila kandungan hidrogen dan kadar air dalam batubara sedikit, maka selisih NCV dan GCV tidaklah terlalu signifikan. Perbedaan yang besar antara kedua tampilan tadi akan muncul pada batubara muda yang masih memiliki kadar air dan hidrogen yang banyak.
Dari paparan di atas maka persyaratan kalori dalam transaksi batubara dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
1. GAD (Gross CV; ADB)
Untuk kondisi ini, tampilan kalori cenderung tidak menunjukkan besaran kalor secara tepat yang akan digunakan dalam pemanfaatan batubara, karena Free Moisture tidak termasuk di dalamnya.
2. GAR (Gross CV; ARB)
Karena analisis untuk kalori pada kondisi ini memasukkan faktor kadar air total, maka kondisi ini menunjukkan batubara dalam keadaan siap digunakan. Akan tetapi, tampilan kalori masih belum menunjukkan kalor yang efektif untuk dimanfaatkan dalam konversi energi yang bermanfaat.
3. NAR (Net CV; ARB)
Kondisi inilah yang benar – benar menampilkan energi panas efektif dalam pemanfaatan batubara.
Secara ringkasnya, transaksi komoditas batubara (uap) sebenarnya sama saja dengan “membeli kalor (efektif)”. Sehingga dapat dipahami bahwa munculnya prasyarat NAR merupakan sesuatu yang logis. Untuk mendapatkan nilai GCV dalam NAR ini, perlu dilakukan perhitungan dengan rumus seperti di bawah
NAR (kcal/kg) = GAR (kcal/kg) – 50.7H – 5.83TM ………. (3)
Beberapa hal yang perlu di perhatikan dari persamaan di atas adalah:
- NAR adalah NCV dalam ARB.
- GAR adalah GCV dalam ARB. Karena biasanya dalam ADB, maka harus dikonversi ke ARB.
- H (kadar hidrogen) biasanya dalam DB atau DAF sehingga harus dikonversi ke ARB.
Menggunakan formula dari tabel 2 dan persamaan (3) diatas, kita akan mencoba mengkonversi GCV dari sampel batubara dalam tabel 1 ke NCV berbasis ARB. Karena pada sampel tersebut tidak dilakukan analisis untuk unsur H (hidrogen), maka besaran angka yang akan digunakan disesuaikan dengan tipikal nilai H untuk batubara di daerah tersebut, dalam hal ini sekitar 5.4 (DAF).
Untuk konversi kalori dari GCV (ADB) ke GCV (ARB), maka berdasarkan tabel 3, nilai GCV (ARB) = 5,514 kcal/kg.
Sedangkan perhitungan dari H (DAF) ke H (ARB), maka berdasarkan formula pada tabel 2, nilai H (ARB) = 4.18%.
Bila angka – angka tersebut dimasukkan ke persaman (3), maka NCV (ARB) = 5,191 kcal/kg.
Dengan demikian, maka:
Gross ADB (GAD) = 5,766 kcal/kg;
Gross ARB (GAR) = 5,514 kcal/kg;
Net ARB (NAR)   = 5,191 kcal/kg.
Yang harus diperhatikan adalah bahwa meskipun terdapat 3 nilai yang berbeda untuk kalori, tapisemuanya merujuk ke batubara yang sama. Adapun angka mana yang akan digunakan dalam kontrak pembelian, tergantung dari kesepakatan pembeli dan penjual. Contoh konkret dalam hal ini adalah sebagai berikut.
Bila indeks harga untuk batubara berkalori 6,000 kcal/kg (GCV; ADB) adalah $35.00/t FOBT misalnya, maka harga batubara di kontrak pembelian dalam Gross ADB berdasarkan calorie parity adalah 5,766/6,000 X $35.00/t = $33.64/t.
Berikutnya bila kesepakatan kontrak pembelian adalah dalam Net ARB. Bila index untuk batubara berkalori 6,000 kcal/kg tadi dalam Net ARB adalah 5,500 kcal/kg, maka harga batubara akan menjadi 5,191/5,500 X $35.00/t = $ 33.03/t. (Dalam hal ini, harga index tidak tergantung dari basis analisis).
Penutup
Sama seperti perdagangan secara umum, transaksi komoditas batubara merupakan kesepakatan yang saling menguntungkan bagi pihak pembeli maupun penjual. Oleh karena itu, spesifikasi produk harus benar – benar dipahami dengan baik agar tidak timbul perselisihan di kemudian hari. Penulis berharap semoga tulisan ringkas ini dapat dijadikan masukan yang berarti bagi pihak – pihak yang terkait dengan usaha di bidang batubara.
Referensi:
1.  Bahan Pelajaran Pelatihan Umum Teknik Pertambangan Batubara: Preparasi Batubara – Kontrol Kualitas, NEDO, 2003.
2. Coal Conversion Facts, World Coal Institute, 2004. (http://www.wci-coal.com/)
3. Nippon shijou de youkyuu sareru ippan tan no hinshitsu, Coal Research Laboratory, Idemitsu Kosan Co., Ltd, tanpa tahun.
4. Sekitan no kiso chishiki, Sekitan Shigen Kaihatsu Co., Ltd, tanpa tahun.
Banjarbaru – Binuang, 30 Mei 2009.

Kamis, 26 Januari 2012


Pembayaran Transaksi Online


Belanja online mungkin suatu hal yang hebat atau sesuatu yang keren bagi kebanyakan orang. Bagaimana tidak, belanja online atau transaksi di internet mampu menghapus batasan tempat dan waktu. Berbekal device dan koneksi internet anda dapat membeli, menjual ataupun melakukan promosi menggunakan internet-based (online). Dimanapun dan kapan pun anda mau, anda dapat melakukannya.


Kalau bicara masalah cara pembayarannya, yang paling standar itu sih transfer menggunakan rekening. Cara ini merupakan cara yang cukup simple. Kita transfer total pembelanjaan ke rekening pemilik barang kemudian kirim bukti transaksi via fax ato email. Jika sudah barangpun bisa kita terima. (ini menurut pengalaman :D)


Kalo untuk dalam negeri, cara ini sih aman-aman aja. Bagaimana kalau keluar negeri? Saya rasa cara ini kurang efektif. Kebanyakan situs E-Commerce atau B2C menggunakan alat pembayaran yang khusus. Berikut adalah jenis pembayaran online tersebut yang dikutip dari indoclass.bamboomedia.net :

Credit card menjadi salah satu jenis alat pembayaran untuk transaksi online. Salah satu situs menyebutkan 90% B2C online di Amerika Utara menggunakan jenis pembayaran ini. Alasannya ? Ya, bayaknya pengguna credit/debit card serta ukuran keamanan seperti penggunaan nomor verifikasi kartu (Card Verication Number) membuat alat pembayaran ini menjadi populer. Namun bagaimana di negara lain. Negara dimana masih terdapat kelemahan pada sistem sekuritinya?   
Smartcard adalah solusinya. Smartcart mirip dengan credit card dan terdapat sebuah microprocessor 8-bit dan menggunakan eletronic cash untuk mentransfer pembayaran dari customer's card ke seller divice. Dengan menggunakan Smartcard VISA, anda dapat mentransfer uang tunai ke kartu anda dari rekening bank Anda, dan anda kemudian dapat menggunakan kartu anda di berbagai retailer di internet.
Selain alat pembayaran diatas, sistem pembayaran online juga mengijinkan 3rd party atau pihak ketiga untuk melengkapi transaksi online. Salah satu contoh dari pihak ketiga ini adalah PayPal.
PayPal adalah sebuah "jasa penengah atau broker" yang menyediakan fasitas jasa transfer uang di internet. Saat ini keberadaan paypal sudah sangat mmendunia. Banyaknya pengguna paypal, membuat ebay mengakuisisinya menjadi perantara pembayaran lelang online mereka menggantikan Billpoint.
Sebagai broker dalam transaksi online, PayPal mempermudah seseorang dalam melakukan pengiriman uang hanya dengan "email penerima". Pihak lain tidak dapat melihat informasi kartu kredit atau account bank. Hal ini menjadi kelebihan PayPal dalam menjaga keamanan data pribadi penggunanya.  
Kebijaksanaan perlindungan tertulis untuk pembeli yang menggunakan Paypal menyatakan pembeli yang menggunakan Paypal dapat melakukan komplain dalam waktu 60 hari jika pembeli belum mendapatkan barang yang dipesan atau jika barang yang dipesan tidak sesuai deskripsi yang diberitahukan penjual. Jika pembeli menggunakan kartu kredit akan mendapatkan pengembalian uang chargeback dari perusahaan kartu kreditnya.
PayPal juga melindungi penjual dari pengembalian uang atau komplain tergantung situasi dan pembuktian, kebijakan perlindungan tertulis untuk penjual dirancang untuk melindungi penjual dari klaim pembeli yang mengaku telah mengirim uang yang tidak ada catatan bukti pembayarannya, setiap pembelian menggunakan Paypal selalu ada catatan bukti pembayarannya di account Paypal pengirim dan penerima uang, sebagai bukti jika benar telah terjadi pengiriman uang. Hal ini menjadi kelebihan utama PayPal dan tidak ada alat pembayaran lain yang mempunyai fasilitas ini.
Perkembangan fasilitas yang menggunakan web-based sudah sangat diminati saat ini. Selain koneksi internet yang selalu di upgrade, teknologi web yang kian maju (web 3.0), membuat fasilitas ini semakin diminati.
Oke, ini saja yang bisa dipaparkan.
Semoga bermanfaat...





Rabu, 07 September 2011

STANDBY LETTER OF CREDIT (SBLC) SEBAGAI JAMINAN FASILITAS KREDIT

 
i
3 Votes
Quantcast
Memenuhi permintaan Saudara perihal tersebut di atas sebagaimana tertuang dalam memo Nomor xxxxx berikut kami sampaikan opini:
Standby Letter Of Credit (SBLC) adalah merupakan suatu bentuk penjaminan dari Bank Penerbit SBLC kepada Beneficiary terhadap kemungkinan terjadinya wanprestasi/default atas diri applicant (pihak yang dijamin/pemohon SBLC). Fungsi SBLC mirip dengan fungsi penjaminan berupa Bank Garansi, namun perbedaannya terletak pada ketentuan yang mendasari penerbitannya. SBLC tunduk pada ketentuan- ketentuan yang tercantum dalam Uniform Custom and Practice for Documentary Credit (UCPDC), International Chamber of Commerce Publication No. 500, sedangkan Bank Garansi tunduk pada ketentuan antara lain Surat Edaran Bank Indonesia. Pada intinya fungsi SBLC tersebut hanyalah sebagai instrument yang bersifat stand by (menjaga akibat yang timbul) dari transaksi yang dilakukan. Selama transaksi berjalan lancar maka SBLC ini tidak akan dicairkan hingga masa berlakunya berakhir.
Lebih lanjut berdasarkan SK DIR BI nomor 26/68/KEP/DIR tanggal 07 September 1993 jo SE BI nomor 26/1/UKU tanggal 07 September 1993 yang menyatakan antara lain : “Agunan tambahan kredit adalah berupa surat berharga atau garansi yang tidak berkaitan langsung dengan obyek yang dibiayai, yang ditambahkan sebagai agunan….dst.” Berdasarkan ketentuan tersebut maka SBLC (yang dalam hal ini dikategorikan sebagai garansi) menurut SK DIR BI tersebut dapat diterima sebagai salah satu bentuk jaminan. Namun SBLC yang diterbitkan wajib mengikuti ketentuan dalam Uniform Custom and Practice for Documentary Credit (UCPDC), International Chamber of Commerce Publication No. 500,   sebagaimana disyaratkan dalam SK DIR BI nomor 23/88/KEP/DIR tanggal  18 Maret 1991 jo SE BI nomor 23/7/UKU tanggal  18 Maret 1991.
Berdasarkan ketentuan-ketentuan yang mendasarinya sebagaimana telah diuraikan di atas maka:
Jaminan berupa SBLC an calon debitur: xxxxxxxxxxxx ,  wajib memenuhi syarat antara lain/minimal:
  • SBLC tunduk pada ketentuan UCPDC yang berlaku
  • Bank Penerbit mendapat otentikasi dan rekomendasi dari internal Bank xxxxx
  • Bersifat “ Un Conditional”
  • Pihak Penerima Jaminan adalah : Bank xxxx
  • Jenis mata uang dapat diterima di Bank xxxxxx
  • Menyebut jumlah/nilai tertentu
  • Jangka waktu LC lebih panjang daripada jangka waktu Fasilitas Kredit
  • Mencantumkan persyaratan yang jelas.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga membantu. Terima kasih.

Pokok-Pokok Perbedaan antara UUPT No. 1/1995 dengan UUPT No.40/2007

 
i
Rate This
Quantcast
By. Notaris Irma Devita
(Rangkaian Pembahasan mengenai UUPT No. 40/2007)
Sudah beberapa kali saya ditanya, apa sih sebenarnya perbedaan mendasar dari UUPT no. 1/1995 dengan UUPT No. 40/2007? memang secara sepintas, masih sama dan banyak kemiripan antara yang lama dan yang baru. Namun, jika dipelajari secara seksama, maka di antara sekian banyak perubahan yang diatur dalam UUPT yang baru, terdapat pokok-pokok perbedaan yang layak untuk dicermati, yaitu:
1. Penyederhanaan anggaran dasar PT
Pada prinsipnya, dalam anggaran dasar PT yang baru tidak “menyalin” apa yang sudah diatur dalam UUPT. Artinya, anggaran dasar PT hanya memuat hal-hal yang dapat diubah atau ditentukan lain oleh pemegang saham (pendiri). Yang sudah merupakan aturan baku, tidak dituangkan lagi dalam Anggaran dasar PT. Contohnya: kewajiban untuk mendapatkan persetujuan RUPS, dalam hal menjaminkan asset Perseroan yang jumlahnya merupakan sebagian besar harta kekayaan Perseroan dalam 1 tahun buku (pasal 102).
2. Proses pengajuan pengesahan, pelaporan dan pemberitahuan melalui sistem elektronik yang diajukan pada Sistem Administrasi Badan Hukum (yang dalam istilah Depkeh FIAN 1 (untuk pendirian), FIAN 2 (untuk perubahan anggaran dasar yang membutuhkan pelaporan, FIAN 3 (untuk perubahan anggaran dasar yang hanya membutuhkan pemberitahuan)
3. RUPS dimungkinkan untuk dilaksanakan secara teleconference, tapi tetap harus mengikuti ketentuan panggilan Rapat sesuai UUPT
Terdapat jangka waktu tertentu yang membatasi, misalnya: untuk melakukan pemesanan nama (60 hari), pengajuan pengesahan(60 hari), pengajuan berkas (30 hari), pengesahan menkeh (14 hari)
5. Pengajuan pengesahan PT baru, harus dilakukan dalam waktu 60 hari, apabila lewat, maka akta pendirian menjadi batal dan perseroan menjadi bubar (ps. 10 ayat 1 & ayat 9) –> berlaku juga untuk pengajuan kembali (ayat 10)
6. Notulen Rapat di bawah tangan, wajib di tuangkan dalam bentuk akta notaris dalam jangka waktu maksimal 30 hari sejak ditanda-tangani. Jika dalam waktu tersebut tidak diajukan, maka Notulen tersebut tidak berlaku (harus di ulang).
7. Saham dengan hak suara khusus tidak ada, yang ada hanyalah saham dengan hak istimewa untuk menunjuk Direksi/Komisaris
8. Direksi atau Komisaris wajib membuat Rencana Kerja yang disetujui RUPS sebelum tahun buku berakhir
Perubahan Direksi/komisaris atau pemegang saham bukan merupakan perubahan AD, jadi sekarang diletakkan pada akhir akta
10. Perubahan AD dari PT biasa menjadi PT Tbk (pasal 25 ayat 1), efektif sejak:
-pernyataan pendaftaran yang diajukan kepada lembaga pengawas pasar modal atau
-pada saat penawaran umum
jika dalam waktu 6 bulan tidak dilaksanakan, maka statusnya otomatis berubah menjadi PT tertutup kembali
11.Khusus untuk perpanjangan jangka waktu berdirinya PT, harus diajukan maksimal 60 hari sebelum tanggal berakhirnya, kalau tidak maka
PT tersebut menjadi bubar
12. PT harus mempunyai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha (operating company, bukan hanya berbentuk investment company
13. Tanggung jawab perseroan tidak hanya sampai pada Direksi saja, melainkan
sampai dengan komisaris.
14. Komisaris tidak dapat bertindak sendiri. Sehingga, walaupun dalam anggaran
dasar disebutkan hanya perlu persetujuan 1 komisaris, maka tetap harus mendapat persetujuan dari seluruh komisaris.
15. Perseroan dilarang mengeluarkan saham baik untuk memiliki sendiri maupun untuk dimiliki Perseroan lain yang sahamnya secara langsung atau tidak langsung telah dimiliki oleh Perseroan (larangan cross holding), pasal 36 UUPT.
16. Daftar Perusahaan yang dulunya bersifat tertutup dan tidak terlalu mudah diakses oleh khalayak umum, sekarang terbuka untuk umum (pasal 29 ayat 5) dan pelaksanaannya diselenggarakan oleh Menteri terkait (pasal 29 ayat 1)
17. Pengumuman anggaran dasar Perseroan pada Berita Negara RI yang meliputi pendirian dan perubahan anggaran dasar lainnya dilakukan oleh Menteri sedangkan dahulu dilakukan oleh Notaris. (pasal 30 ayat 1)
UUPT NO. 40/2007, UUPT NO.1/1995

Senin, 28 Februari 2011

7 prinsip pemasaran jitu yang dapat menghasilkan penjualan



Jika Anda ingin menarik lebih banyak klien, tingkatkan layanan pasar Anda dengan professional. Tetapi Anda tidak bisa sembarangan pasar untuk mengharapkan hasil yang konsisten. Anda harus memakai pelayanan pasar yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang sudah terbukti. Artikel singkat ini menguraikan prinsip-prinsip dan memberikan pemilik bisnis jasa profesional kunci pertumbuhan bisnis mereka dengan membutuhkan sedikit perjuangan dan usaha.

1. Pemasaran adalah sebuah permainan

Tidak banyak pemilik bisnis melihat pemasaran sebagai permainan. Mereka melihatnya sebagai sebuah perjuangan. Tapi ini hanya sebuah perjuangan karena mereka tidak mengetahui aturan permainan dan bagaimana untuk memenangkan permainan.

Sebagai contoh mari kita lihat permainan anak jaman dulu yaitu permainan bola kasti. Dalam kasti ada empat kegiatan utama - melempar bola, menangkap bola, memukul bola dan berlari. Sangat sederhana. Jika Anda mengambil seseorang yang sangat ahli dalam keempat bidang tersebut tetapi tidak tahu aturan main kasti dan menyuruhnya bergabung dengan tim kasti, ia akan berjuang selama beberapa waktu. Permainan kasti akan menjadi aneh dan membingungkan, sampai dia tahu aturan permainan tersebut.

Ini sama dengan pemasaran. Sebagian besar dari kita mengetahui kegiatan-kegiatan dasar pemasaran - jaringan, menulis, berbicara, mengirim email, dll, tapi kita jarang melihatnya sebagai sebuah permainan dengan aturan-aturan yang sangat spesifik mengarah pada menarik klien secara konsisten.

Kegiatan pemasaran kita terlibat dalam banyak aturan. Jika kita bisa menemukan bahwa dalam pemasaran tersembunyi aturan yang menjelaskan bagaimana untuk memindahkan klien sepanjang pos per pos dengan beberapa prediktabilitas, pemasaran tidak lebih dari sebuah perjuangan dan jauh lebih menyenangkan ketika Anda mulai memenangkan pertandingan dengan beberapa keteraturan.

Memperkenalkan lingkaran pemasaran

Lingkaran Pemasaran adalah nama yang saya berikan kepada proses yang akhirnya membuat beberapa arti dari permainan pemasaran. Lingkaran pemasaran menguraikan aturan, keterampilan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk memenangkan permainan.

Lingkaran Pemasaran dibangun berdasarkan premis sederhana bahwa setiap orang yang sekarang menjadi klien pernah menjadi orang asing dan bahwa tujuan pemasaran adalah untuk membangun hubungan dengan calon pelanggan sampai mereka merasa nyaman berbisnis dengan Anda.

Hubungan tersebut dibangun satu langkah pada satu waktu melalui proses dan metode sangat logis. Bahkan jika Anda tidak menyadari bahwa Anda sedang bermain lingkaran pemasaran. Tapi ketika Anda menguasai permainan Anda akan menemukan bahwa Anda dapat mengkonversi prospek menjadi klien lebih cepat dan terpercaya.

Seperti kasti yang saya terangkan sebelumnya, dalam lingkaran pemasaran, Anda memindahkan prospek yang cemerlang dari satu basis pada satu waktu. Anda mulai di pangkalan bersenjata dengan pesan pemasaran Anda. Ketika Anda menyampaikan pesan itu, tujuan Anda adalah untuk mendapatkan prospek ke base pertama. Anda berada di base pertama ketika Anda memiliki perhatian dan minat dari prospek.

Base kedua adalah ketika seorang calon pelanggan siap untuk menjajaki bekerja sama dengan Anda. Base ketiga adalah di mana prospek yang siap untuk membeli dari Anda adalah di mana Anda telah terwujud penjualan dan mulai bekerja dengan klien baru Anda.

Menguasai permainan lingkaran pemasaran adalah masalah memahami dan mempraktikkan "memainkan pemasaran" antara basis dan secara bertahap memindahkan prospek dari orang asing menjadikan klien yang membayar “pelanggan”.

Lingkaran Pemasaran adalah bukan tentang mendapatkan pekerjaan dari rumah dengan memberikan pesan pemasaran yang sempurna (tidak ada hal seperti itu), tapi dengan memindahkan prospek dari satu tempat saat mereka mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana layanan Anda bekerja dan bagaimana mereka akan merasakan manfaat dari bekerja dengan Anda .

2. Setelah Mindset Pemasaran yang Tepat

Jika pemasaran adalah sebuah perjuangan untuk para profesional, mereka tidak hanya memahami permainan pemasaran, mereka tidak boleh memiliki sikap buruk tentang hal itu. Sikap ini, atau apa yang saya lebih suka menyebut Mindset, warna pendekatan pemasaran dan cenderung mengakibatkan kita menghindari sebagian besar kegiatan pemasaran.

Sebuah pola pikir pemasaran, adalah bagaimana kita berpikir tentang pemasaran. Itu sikap kita, pikiran, keyakinan, harapan, rasa takut, tetap posisi, asumsi, dan keterbatasan.

Itu sangat mempengaruhi kita, tetapi kita tidak melihatnya karena begitu dekat dengan kita. Apa yang kita fokuskan, apa yang kita percaya, apa yang kita pikirkan dan apa yang kita asumsikan, bentuk tindakan kita. Dan jika keyakinan ini, pikiran dan asumsi yang negatif, kita melihat pemasaran sebagai sesuatu yang buruk, sesuatu yang harus dihindari.

Berikut adalah beberapa dari keyakinan, pikiran dan asumsi saya sudah mendengar dari pakar yang Independen Profesional. Apakah ada di antara mereka terdengar akrab bagi Anda?

* Pemasaran mengarah pada penolakan
* Jika saya meminta arahan itu akan terdengar seperti Aku mohon
* Pemasaran tidak bekerja untuk jenis layanan
* Saya tidak punya waktu untuk memasarkan diri
* Hanya orang-orang dengan sub-layanan standar perlu pemasaran
* Saya tidak bisa mulai sampai aku tahu persis apa yang harus dilakukan
* Pemasaran adalah sebuah gangguan dan gangguan kepada orang-orang

Dalam bekerja dengan klien saya telah menemukan bahwa sebagian besar melekat pada pikiran secara harfiah dan keyakinan yang mengarah pada penghindaran pemasaran.

Bagaimana pola pikir Pemasaran Kerja

Tanggapan kebanyakan dari kita memiliki pola pikir pemasaran negatif adalah untuk melawan mereka. Misalnya, Anda pernah mendengar bahwa jaringan dapat berguna bagi bisnis Anda. Tapi anda tidak menikmatinya karena keyakinan Anda bahwa "tidak ada yang menghadiri acara jaringan kebutuhan pelayanan saya." Tapi anda menolak itu, memasang wajah gembira dan mencoba yang terbaik, berjuang melalui setiap peristiwa yang Anda hadapi. Pada akhirnya pengalaman Anda memferifikasi kepercayaan dan koneksi jaringan yang Anda berikan sebagai pemborosan waktu.

Ketika Anda terjebak dalam pola pikir pemasaran negatif, segala sesuatu yang terjadi dengan pola pikir yang ruwet. Orang ingin realitas agar konsisten dengan kepercayaan mereka dan ini membuat sulit untuk mengubah pola pikir.

Kadang-kadang sesuatu akan terjadi yang menantang keyakinan Anda dan hal-hal yang dapat berubah sangat cepat. Sebagai contoh Anda pergi ke acara networking dan berhubungan dengan seseorang yang berubah menjadi klien terbaik Anda. Anda kemudian mulai mempertanyakan keyakinan Anda tentang jaringan karena bukti baru adalah bahwa ia bekerja untuk Anda.

Mulai soal pola pikir Anda

Apa yang telah terjadi kepada sebagian orang bagaimanapun, adalah untuk memulai mempertanyakan pola pikir Anda bahkan sebelum Anda memiliki bukti yang dapat diamati bahwa itu tidak benar. Ini sederhana namun perlu pendekatan sangat kuat, jangan merusak fikiran Anda dengan ketidak yakinan yang dapat menghambat Anda.

Benarkah bahwa semua pemasaran mengarah kepada penolakan, bahwa meminta adalah memohon arahan, bahwa Anda tidak punya waktu untuk memasarkan diri Anda sendiri, bahwa Anda tidak dapat memulai sampai Anda tahu persis apa yang harus dilakukan? Mungkin tidak.

Sekali Anda mulai untuk menyelidiki pola pikir Anda, dengan maksud untuk menemukan kebenaran, Anda akan terkejutkan diri sendiri dan benar-benar menyadari bahwa lawan dari keyakinan ini benar atau lebih benar. Dalam pengalaman pribadi saya, saya telah menemukan bahwa pemasaran mengarah pada penerimaan, bahwa meminta sumbangan downline, ada waktu untuk melakukan pemasaran dan Anda bahkan dapat mulai tanpa tahu persis apa yang harus dilakukan.

Belajar dan menguasai proses penyelidikan mengenai berbagai hal yang membatasi pola pikir pemasaran dapat mengubah pandangan Anda tentang pemasaran selamanya. Bagi banyak orang, ini telah mengubah pengalaman mereka pemasaran dari salah satu perjuangan, usaha dan hasil yang buruk menjadi pengalaman, keterlibatan dan konsisten hasil yang baik.

3. Memahami Bahasa Pemasaran

Pemasaran sebenarnya memiliki sebuah bahasa. Dan tujuan dari bahasa ini adalah untuk mendapatkan perhatian, membangkitkan minat dan memotivasi orang untuk mengambil tindakan untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan Anda.

Jika Anda memahami bahasa ini dan berbicara itu lancar, Anda akan lebih sukses pada prospek yang bergerak pada basis lingkaran pemasaran dan akhirnya mengubahnya menjadi klien.

Bahasa pemasaran didasarkan pada apa yang saya sebut "Sintaks Pemasaran." Sintaks adalah urutan hal. Sintaks menciptakan makna. Sebagai contoh, urutan huruf dalam sebuah kata kata itu memberikan makna dan urutan kata dalam kalimat memberikan makna kalimat itu.

Saya juga menemukan bahwa urutan di mana Anda menyajikan ide pemasaran menentukan arti pendengar menempel pada pesan Anda. Dengan kata lain, jika Anda menyampaikan pesan pemasaran Anda dalam urutan tertentu yang menggunakan sintaks pemasaran, Anda akan mendapatkan lebih banyak perhatian dan minat daripada jika Anda menggunakan urutan yang berbeda.

Sebagai contoh ketika orang bertanya kepada kami apa yang kami lakukan, kita sering menjawab secara harfiah, yaitu kita memberitahu mereka label atau kami proses kami. Kita berkata, "saya seorang engineer. Saya menjalankan dan mengawasi project. "Itu akurat, tapi itu bukan pesan yang sangat menarik perhatian. Pendengar berpikir, "Apa untungnya bagi saya?"

Tiga langkah pertama pemasaran sintaks adalah sebagai berikut:

1. Target Pasar - Maksudnya, siapa yang bekerja dengan Anda?
2. Masalah / Challenge - Isu apa yang dimiliki dilakukan klien Anda?
3. Hasil - Hasil apa yang dapat dilakukan untuk klien Anda?

Sintaks ini dapat digunakan kapan saja Anda berkomunikasi tentang bisnis Anda, secara lisan atau secara tertulis. Ketika Anda menggunakannya, nilai perhatian Anda akan naik secara dramatis. Mari kita lihat langkah-langkah ini sedikit lebih mendalam.

Ketika seseorang bertanya apa yang Anda lakukan, kata-kata pertama keluar dari mulut Anda perlu tentang siapa yang bekerja dengan Anda. Hal ini menciptakan fokus: "Saya bekerja dengan multi-perusahaan telekomunikasi nasional" atau "Saya bekerja dengan kontraktor telekomunikasi." Saat Anda mengidentifikasi siapa klien ideal Anda, Anda dapat langsung pendengar mengetahui apakah Anda dapat membantu mereka.

Berikutnya Anda mengatakan masalah atau tantangan alamat Anda. "... Yang dipukuli oleh outsourcing" atau "... yang margin keuntungan menyusut." Ketika Anda menyebutkan masalah, jika Anda dapat mengatasi masalah mereka, mereka akan sadar bahwa Anda tahu sesuatu yang penting tentang mereka.

Akhirnya, Anda mengkomunikasikan dan benar-benar memberikan hasil. Ini adalah apa yang akan klien jika Anda bekerja dengan mereka. "Kami membantu klien kami mempertahankan margin keuntungan mereka dalam perekonomian outsourcing."

Dengan pemahaman ini sintaks pemasaran, Anda dapat mulai untuk mengembangkan pribadi Anda sendiri melalui pesan pemasaran.

4. Membuat pesan Pemasaran yang Powerfull

Setelah Anda memahami dasar-dasar sintaks Pemasaran, Anda memiliki blok bangunan yang memungkinkan Anda untuk menciptakan pesan pemasaran yang benar-benar mengkomunikasikan nilai sebenarnya yang Anda tawarkan.

Masalah bisnis jasa yang paling profesional dapat di temukan dalam pengembangkan pesan seperti itu adalah sebagai berikut:

1. Pesan tidak diarahkan ke target pasar.
2. Pesan gagal mengenai sasaran.
3. Pesan berbicara tentang pelayanan, bukan solusi.
4. Pesan mencoba untuk mengatakan terlalu banyak dan semakin berat.
5. Pesan tidak mengatakan cukup dan menjadi samar.

Semua ini relatif mudah untuk memecahkan sebagai contoh-contoh ini menunjukkan:

Tidak diarahkan ke target pasar:

Setiap pesan pemasaran harus mulai dengan sesuatu seperti: "Kami bekerja dengan klien seperti ini ..." atau "Kami membantu klien seperti ini ... (masukkan sesuai demografis atau psikografis)."

Gagal mengenai sasaran

Bicara tentang masalah, tantangan, masalah, sakit, atau keadaan yang merupakan gejala dan jelas diamati. Katakanlah: "Kami bekerja dengan manajer yang berjuang untuk mencapai sasaran keuangan mereka." Ini mereka dapat mengerti, dan ini hits sasaran. Jangan berkata, "Kami bekerja dengan manajer yang menyingkirkan mereka kesempatan keuangan yang optimal." Hah? Jangan tertawa, aku sudah mendengar lebih buruk.

Berbicara tentang pelayanan, bukan solusi

Ketika Anda berbicara tentang pelayanan, saya harus menerjemahkan apa artinya bagi saya. Jika Anda mendapatkan tepat ke solusi, hasil dan hasil, saya melihat manfaat langsung. "Kami menawarkan program maksimalisasi retensi," adalah tidak sebagus, "Kami memiliki layanan yang akan meningkatkan retensi karyawan terbaik Anda." Sekarang yang memiliki nilai.

Mengatakan terlalu berlebihan.

Untuk menarik perhatian seseorang, Anda perlu berkomunikasi dengan suara bermakna yang menggigit. Kalimat yang terlalu berlebihan atau lebih buruk lagi, pesan dengan beberapa target, masalah, dan solusi, hanya akan membingungkan orang saja.

Mengatakan terlalu sedikit

Anda mungkin memahami pesan yang telah Anda peroleh, tapi audiens banyak membutuhkan beberapa terjemahan. "Apa yang Anda lakukan?" "Saya seorang engineer." Tunggu, apa yang salah dengan itu? Apa-apa kecuali bahwa hal itu berarti kecuali konsultan manajemen lainnya. Tidak ada target, masalah atau solusi. Maka pertanyaan kedua puluh permainan dimulai.

Selanjutnya, Anda memperluas pemasaran Anda pesan dalam materi pemasaran tertulis yang berkomunikasi tentang layanan Anda secara lebih mendalam.

5. Mengembangkan persuasif Pemasaran Material

Apa yang persuasif? Banyak memikirkan terlalu berlebihan hiperbola. Informasi pemasaran yang baik mendidik calon pelanggan Anda tentang bagaimana layanan Anda akan menguntungkan mereka.

Materi pemasaran adalah apa yang datang setelah pesan utama pemasaran. Setelah Anda memiliki perhatian dan minat dari seseorang, Anda perlu memberikan informasi yang cukup sehingga mereka akan tahu apakah Anda dapat membantu mereka atau tidak.

Materi pemasaran, seperti situs web, brosur atau presentasi pemasaran juga menggunakan sintaks. Sebuah diskusi terbuka dengan mereka mengenai target pasar, lanjutkan dengan ikhtisar situasi prospek dan tantangan-tantangan dan kemudian mendiskusikan hasil yang diinginkan berikut solusi.

Pemasaran sintaks berlanjut dengan unsur-unsur berikut:

1. Cerita atau studi kasus dari klien Anda yang telah berhasil.
2. Manfaat, keuntungan dan fitur layanan Anda.
3. Latar belakang Anda dan perusahaan Anda untuk membangun kredibilitas.
4. Sebuah ajakan bertindak untuk membiarkan calon pelanggan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Mari kita melihat semua ini dalam sedikit lebih detail. Tujuan informasi ini adalah untuk menjawab pertanyaan tanpa diminta bersembunyi di bagian belakang prospek Anda.

6. Menentukan Strategi Pemasaran

Setelah Anda bersenjatakan dengan prinsip-prinsip pemasaran menyebutkan sebelumnya Anda siap untuk memilih strategi pemasaran atau kegiatan yang mendapatkan pesan Anda ke dunia luar dan di depan calon klien.

Mari kita mengunjungi lingkaran Pemasaran. Strategi pemasaran Anda mempekerjakan bergantung pada di mana letak prospek Anda pada model lingkaran Pemasaran model. Ingat bahwa tujuan adalah untuk memindahkan mereka di sekitar ceruk pemasaran. Pertama adalah kegiatan pemasaran untuk mendapatkan prospek ke base pertama.

Perhatian kepada pendatang baru untuk Afiliasi pemasaran

Langkah pertama Anda pindah dari base pertama adalah dasar untuk mengembangkan afiliasi dengan mereka yang mungkin dapat dilakukan klien. Afiliasi adalah hubungan antara orang-orang. Jika Anda menjadi anggota asosiasi atau organisasi, maka Anda memiliki afiliasi.

Tugas pemasaran pertama Anda adalah untuk membentuk afiliasi dengan kelompok-kelompok dan organisasi yang terdiri dari prospek atau mereka yang dapat dijadikan prospek. Mereka adalah orang-orang yang akan paling menerima pesan-pesan pemasaran Anda. Apakah jaringan Anda, membuat panggilan atau mengirim surat, jika Anda telah membuat sebuah afiliasi pertama, pesan Anda akan lebih mudah diterima dan Anda akan mendapatkan perhatian yang Anda butuhkan untuk naik ke base pertama.

Dari Perhatian terhadap Keakraban

Berangkat dari base pertama, base kedua adalah proses yang lebih panjang di mana Anda mengenal calon pelanggan dan mereka mengenal Anda. Orang suka berbisnis dengan orang-orang yang mereka kenal, sukai dan kepercayaan, sehingga tugas berikutnya adalah tetap terlihat dan menjadi akrab dengan orang-orang yang berafiliasi dengan mereka. Melakukan hal-hal seperti jaringan aktif, menambahkan anggota ke daftar ezine Anda, dan bertemu dengan orang lain sambil minum kopi atau makan siang, Anda membangun "faktor keakraban." Kemudian sekali Anda lebih akrab,maka prospek menginginkan informasi lebih lanjut.

Dari Keakraban pada Informasi

Bahkan ketika orang tahu nama Anda, mereka tidak selalu benar-benar mengerti apa yang Anda lakukan untuk klien Anda. Pekerjaan Anda berikutnya adalah untuk memberikan informasi yang memungkinkan mereka tahu siapa yang bekerja dengan Anda, apa tantangan Anda dan apa yang Anda hasilkan. Alat-alat informasi penting dan artikel situs web seperti yang sedang Anda baca sekarang.

Dari Informasi ke Pengalaman

Tahap akhir sebelum sampai ke base kedua adalah menyediakan lebih dari sebuah pengalaman untuk prospek Anda. Melampaui informasi, di mana Anda memberitahu orang-orang apa yang Anda lakukan, adalah untuk benar-benar menunjukkan nilai pekerjaan Anda. Hal ini dapat dicapai melalui studi kasus, presentasi dan, dalam beberapa kasus, menawarkan contoh hasil kerja Anda melalui presentasi, briefing atau teleclasses eksekutif.

Dari Pengalaman ke Proses Penjualan

Dengan jumlah afiliasi yang cukup, perhatian, keakraban, informasi dan pengalaman, prospek jauh lebih cenderung ingin menjajaki bekerja sama dengan Anda. Anda mungkin mengatakan ini adalah tempat berakhir pemasaran dan penjualan dimulai. Saat Anda masuk ke base kedua Anda sedang terlibat dalam proses penjualan dan belajar bagaimana Anda bisa membantu calon pelanggan ini secara khusus. Menjual adalah jauh lebih mudah jika Anda telah memainkan permainan pemasaran dengan baik sampai saat ini.

Karena artikel ini lebih terfokus pada proses pemasaran, saya tidak akan membahas rincian proses penjualan di sini. Tapi sekarang Anda tahu strategi yang paling penting dari permainan pemasaran dan cara bermain untuk menang.

7. Membuat Rencana Aksi Pemasaran

Bahkan setelah Anda mengembangkan dasar pemasaran Anda, yang mencakup pengertian permainan, mempertahankan pola pikir pemasaran yang ideal, menciptakan pesan pemasaran yang kuat, materi, dan strategi, Anda memiliki satu langkah penting menuju keberhasilan pemasaran.

Langkah ini adalah membuat rencana tindakan pemasaran. Anda mungkin berpikir ini sebagai cetak biru pemasaran, seperti cetak biru arsitektur. Rencana aksi ini adalah langkah-demi-langkah panduan dalam menerapkan strategi pemasaran Anda.

Ideal rencana tindakan pemasaran meliputi unsur-unsur berikut:

Target Market

Siapa sebenarnya yang akan Anda dekati/bidik? Siapakah klien potensial Anda dan di mana mereka dapat dihubungi?

Harga

Apa yang akan Anda tetapkan untuk layanan yang Anda tawarkan?

Strategi

Bagaimana Anda akan mendapatkan kata keluar? Apa strategi khusus yang akan Anda gunakan untuk memasarkan layanan Anda? Sebagai contoh, mungkin ini adalah jaringan, presentasi, penerbitan, atau mengirim surat.

Tujuan

Ini adalah hasil akhir yang ingin Anda capai dengan menerapkan rencana Anda. Sebagai contoh, tujuan dari rencana penerbitan mungkin untuk "Dapatkan klien baru 10 masing-masing senilai Rp. 100.000,-"

Hasil yang dimaksudkan
Ini adalah segala sesuatu yang lain yang ingin Anda capai melalui strategi pemasaran ini. Jadi, selain untuk menarik lebih banyak klien, Anda mungkin ingin untuk:
a) mendapatkan lebih banyak eksposur ke pasar yang Anda targetkan,
b) meningkatkan kredibilitas,
c) menambahkan nama ke daftar email Anda,
d) menjual produk di presentasi,
e) meningkatkan kemampuan berbicara.

Perencanaan strategi

Ini adalah pendekatan Anda yang sebenarnya untuk menerapkan strategi Anda. Jika Anda telah memilih presentasi, Anda perlu menentukan rencana di mana Anda akan presentasi, bagaimana Anda akan mendapatkan perjanjian, topik apa yang akan dibicarakan, hand out dan bahan-bahan apa yang diperlukan, dan apa yang ditawarkan untuk membuat setelah berbicara. Ini akan sering mengambil beberapa penelitian dan bantuan besar untuk menghindari kesalahan dalam pelaksanaan.

Bahan Pemasaran dan Sumber Daya

Apa yang tertulis atau materi pemasaran lainnya yang diperlukan? apa sumber-sumber lain akan dibutuhkan untuk sukses? Ini mungkin termasuk dana, informasi dan bantuan.

Menawarkan dan Call to Action

Bagi banyak langkah dari rencana Anda mungkin perlu meminta seseorang untuk mengambil tindakan. Anda akan perlu pendekatan organisasi dan meminta mereka untuk buku Anda. Pada presentasi Anda akan menjual ide-ide Anda dan meminta mereka untuk membeli konsep Anda. Pada akhirnya Anda akan menyampaikan dengan meminta peserta untuk menindak lanjuti.

Follow-Up

Sekali Anda telah menerapkan aktivitas Anda, Anda perlu untuk menindak lanjuti dalam beberapa cara, atau bentuk. Anda tidak bisa hanya berpangku tangan dan berharap telepon berbunyi.

Langkah-langkah dan tindakan Timeline

Langkah terakhir dalam rencana tindakan pemasaran Anda adalah untuk menggariskan semua langkah yang Anda akan ambil dalam urutan kronologis yang anda susun.